Monday, December 9, 2013

Sejarah dan Apa itu Demam Berdarah?

Kejadian Demam Berdarah pertama kali dilaporkan di Jakarta & Surabaya (1968). Pada tahun 2010, telah tersebar di 33 propinsi, 440 kabupaten & kota. Sekitar 66 orang dari tiap 100.000 penduduk di Indonesia terjangkit demam berdarah setiap tahun sejak 2010. Secara keseluruhan, jumlah kematian akibat demam berdarah di Indonesia sudah bisa dikurangi. 

Penyakit Demam Berdarah merupakan penyakit infeksi. Penyebab ini menyebabkan kesakitan dan kematian terbanyak (sebanyak 22.000 orang, terutama anak-anak) di negara tropis dan subtropis (40% populasi dunia hidup di sini). Sampai saat ini, vaksin masih dalam penelitian. Untuk kejadian demam berdarah yang parah jumlah < 1% - 10%.

Virus Dengue awalnya ada pada monyet. Kemudian sekitar 100-800 tahun yang lalu berpindah kepada manusia. Kemudian, Perang Dunia II menyebarkan nyamuk Aedes ke seluruh dunia.

Saat ini demam berdarah disebarkan oleh nyamuk Aedes sp.. Yang terbanyak adalah jenis Aedes aegypti (juga yang terdapat di Indonesia)dan diikuti oleh Aedes Albopictus. Nyamuk betina bisa bertelur lima kali seumur hidupnya. Telur-telur tersebut dapat bertahan berbulan-bulan di air. Sementara manusia adalah makhluk pilihan yang digigit.

Nyamuk Jantan
Nyamuk Betina




Seseorang yang AKAN sakit demam berdarah digigigit oleh nyamuk. Kemudian, virus berkembang dalam tubuh nyamuk selama 8-12 hari, kemudian virus siap ditularkan dalam ludah nyamuk. Nyamuk yang membawa virus tersebut menggigit orang sehat. Nyamuk tersebut terus dapat menularkan sampai dia mati (beberapa hari sampai dengan minggu). Pada kasus yang sangat jarang, organ yang didonorkan dapat menularkan virus demam berdarah, demikian juga ibu hamil dapat menularkannya pada bayi dalam kandungan.

Nyamuk tersebut terus dapat menularkan sampai dia mati (beberapa hari sampai dengan minggu). Pada kasus yang sangat jarang, organ yang didonorkan dapat menularkan virus demam berdarah, demikian juga ibu hamil dapat menularkannya pada bayi dalam kandungan.

1 comment:

  1. Ada Obat Herbal Alami yang aman & efektif. Untuk Panggilan Cure Total +2349010754824, atau email dia drrealakhigbe@gmail.com Untuk Janji dengan (Dr.) AKHIGBE hubungi dia. Pengobatan dengan Obat Herbal Alami. Untuk: Demam Berdarah, Malaria. Menstruasi yang Nyeri atau Tidak Teratur. HIV / Aids. Penderita diabetes. Infeksi vagina. Keputihan Vagina. Gatal Dari Bagian Pribadi. Infeksi payudara. Debit dari Payudara. Nyeri & Gatal pada Payudara. Nyeri perut bagian bawah. Tidak Ada Periode atau Periode Tiba-tiba Berhenti. Masalah Seksual Wanita. Penyakit Kronis Tekanan Darah Tinggi. Rasa sakit saat berhubungan seks di dalam Pelvis. Nyeri saat buang air kecil. Penyakit Radang Panggul, (PID). Menetes Sperma dari Vagina Serta Untuk jumlah sperma rendah. Penyakit Parkinson. Lupus. Kanker. TBC Jumlah sperma nol. Bakteri Diare.Herpatitis A&B, Rabies. Asma. Ejakulasi cepat. Batu empedu, Ejakulasi Dini. Herpes. Nyeri sendi. Pukulan. Ereksi yang lemah. Erysipelas, Tiroid, Debit dari Penis. HPV. Hepatitis A dan B. STD. Staphylococcus + Gonorrhea + Sifilis. Penyakit jantung. Pile-Hemorrhoid. Rematik, tiroid, Autisme, pembesaran Penis, Pinggang & Nyeri Punggung. Infertilitas Pria dan Infertilitas Wanita. Dll. Ambil Tindakan Sekarang. hubungi dia & Pesan untuk Pengobatan Herbal Alami Anda: +2349010754824 dan kirimkan email ke drrealakhigbe@gmail.com Catatan Untuk Pengangkatan dengan (Dr.) AKHIGBE. Saya menderita kanker selama setahun dan tiga bulan meninggal karena sakit dan penuh patah hati. Suatu hari saya mencari melalui internet dan saya menemukan kesaksian penyembuhan herpes oleh dokter Akhigbe. Jadi saya menghubungi dia untuk mencoba keberuntungan saya, kami berbicara dan dia mengirim saya obat melalui jasa kurir dan dengan instruksi tentang bagaimana meminumnya. Untuk kejutan terbesar saya minum obat herbal dalam waktu tiga minggu saya mendapat perubahan dan saya sembuh total . Saya tidak benar-benar tahu bagaimana itu terjadi tetapi ada kekuatan dalam pengobatan herbal Dr Akhigbe. Dia adalah dokter jamu yang baik.

    ReplyDelete